Showing posts with label Raport. Show all posts
Showing posts with label Raport. Show all posts

Aplikasi Raport Semester 2 Terbaru 2018-2019

February 03, 2019 Add Comment


Raport pada Kurikulum 2013 mencakup ranah penilaian aspek kognitif, sikap (spritual dan sosial), dan aspek keterampilan. Guna memudahkan Bapak/Ibu guru dalam mempersiapkan raport sejak dini, maka admin bagikan Aplikasi Raport Semester 1 Tahun 2018-2019 dari kelas 1 - 6.

Aplikasi ini dibuat oleh I Made Rai Alit Sentanu, S.Pd memiliki beragam keunggulan sebagai berikut.

  1. Sesuai dengan juknis penilaian terbaru
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar disesuaikan dengan Permendikbud 37 Tahun 2018
  3. Pemetaan KD sudah sesuai Buku Revisi Terbaru 2017/2018
  4. Mudah untuk digunakan atau diaplikasikan dalam pembelajaran
  5. Cocok untuk digunakan untuk sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013

Berikut ini download pada link berikut.




Aplikasi Raport Semester 1 2018-2019

July 31, 2018 4 Comments



Salah satu tugas guru adalah mendidik dan mengevaluasi. Dalam rangka memberikan pendidikan, guru diwajibkan untuk membuat administrasi pembelajaran. Administrasi pembelajaran yang dimaksud antara lain: Program Tahunan, Program Semester, KKM, Pemetaan KI/KD, RPP, dan penilaian.

Unsur penilaian menjadi penting sebagai muara dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. Hasil belajar yang telah dicapai siswa wajib dilaporkan dalam bentuk laporan penilaian, atau dikenal dengan RAPORT.


Raport pada Kurikulum 2013 mencakup ranah penilaian aspek kognitif, sikap (spritual dan sosial), dan aspek keterampilan. Guna memudahkan Bapak/Ibu guru dalam mempersiapkan raport sejak dini, maka admin bagikan Aplikasi Raport Semester 1 Tahun 2018-2019 dari kelas 1 - 6.

Aplikasi ini dibuat oleh I Made Rai Alit Sentanu, S.Pd memiliki beragam keunggulan sebagai berikut.

  1. Sesuai dengan juknis penilaian terbaru
  2. Kompetensi dasar pada aplikasi sudah susuai dengan Permen 24 tahun 2016
  3. Pemetaan KD sudah sesuai Buku Revisi Terbaru
  4. Mudah untuk digunakan atau diaplikasikan dalam pembelajaran
  5. Dilengkapi dengan Rapor Tengah Semester, Rekap Nilai, Grafik Capaian dan Piagam Penghargaan
  6. Tersedia video tutorial (langsung dapat diakses pada aplikasi)
  7. Cocok untuk digunakan untuk sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013
Dapatkan informasi pendidikan terbaru di www.gatraguru.net

Berikut ini download pada link berikut.





Aplikasi Raport K13 Semester II Tahun 2017/2018

February 12, 2018 14 Comments

Aplikasi raport sangat diperlukan guru untuk emmpermudah menyampaikan hasil belajar siswa selama 1 semester. Berikut ini admin bagikan aplikasi raport K13 edisi revisi. Aplikasi ini dikembangkan oleh I Made Rai Ali Sentanu, S.Pd, guru di SD Negeri 14 Kesiman. 

Keunggulan aplikasi yang dikembangkan antara lain: 
  • Pemetaan KD berdasarkan buku revisi 2017, 
  • KD pada mapel PJOK Mat Mulok dapat diedit, 
  • Mudah untuk menuju ke halaman lain, 
  • Tampilan yang menarik dan rapi 
  • Mudah untuk input nilai 
  • Deskripsi otomatis 
  • Rentang predilat bersifat dinamis 
  • Cocok digunakan untuk sekolah yang baru menerapkan k.13


Berikut ini Aplikasi Raport Semester 2 K13
[download] Kelas 1
[download] Kelas 2
[download] Kelas 3
[download] Kelas 4
[download] Kelas 5
[download] Kelas 6

Aplikasi Raport K13 Revisi Terbaru 2017

October 14, 2017 1 Comment
Aplikasi raport sangat diperlukan guru untuk emmpermudah menyampaikan hasil belajar siswa selama 1 semester. Berikut ini admin bagikan aplikasi raport K13 edisi revisi. Aplikasi ini dikembangkan oleh I Made Rai Ali Sentanu, S.Pd, guru di SD Negeri 14 Kesiman.

Keunggulan aplikasi yang dikembangkan antara lain:

  1. Pemetaan KD berdasarkan buku revisi 2017, KD pada mapel PJOK Mat Mulok dapat diedit,
  2. Mudah untuk menuju ke halaman lain,
  3. Tampilan yang menarik dan rapi
  4. Mudah untuk input nilai
  5. Deskripsi otomatis
  6. Rentang predilat bersifat dinamis
  7. Cocok digunakan untuk sekolah yang baru menerapkan k.13
Adapun tutorialnya dapat diliha pada link 1 dan link 2 berikut.

Aplikasi Raport K13  Revisi dapat di download dengan mengklik gambar di bawah ini. 


Semoga bermanfaat!

Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Terbaru

August 15, 2017 Add Comment

Rapor merupakan laporan hasil belajar yang harus disampaikan sekolah kepada peserta didik. Seiring dengan penerapak Kurikulum 2013, keberadaan aplikasi raport sangat diperlukan. Berikut ini, aplikasi raport Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. [klik gambar]


Keunggulan aplikasi rapor (Arasbe) karya I Made Rai Alit Sentanu, S.Pd* telah dilakukan revisi terkait KI/KD sesuai dengan revisi kurikulum 2013 terbaru. 

Untuk menggunakan aplikasi rapor ini, dapat melihat panduan tutorial berikut [klik gambar]



Semoga bermanfaat. Terimakasih



*apabila memerlukan aplikasi ini dapat menghubungi kontak perseon yang sudah ada.


Panduan Penilaian SD SMP SMA

August 10, 2017 Add Comment

Penilaian Hasil Belajar

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. 

Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran. 

Penilaian hasil belajar peserta didik meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas. 
Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai. 

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk penilaian akhir, ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional.


KONSEP PENILAIAN 
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Pelaksanaan penilaian mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan dan peraturan-peraturan penilaian lain yang relevan yaitu kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. 

Berkaitan dengan penilaian terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut

1. Penilaian yang dilakukan oleh guru hendaknya tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).
2. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar (KD) pada Kompetensi Inti (KI), yaitu KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4.
3. Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu penilaian yang membandingkan capaian peserta didik dengan kriteria kompetensi yang ditetapkan. Hasil penilaian seorang peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang ditetapkan. Kompetensi yang ditetapkan merupakan ketuntasan belajar minimal yang disebut juga dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM).
4. Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, artinya semua indikator diukur, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dan yang belum dikuasai peserta didik, serta untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik.
5. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, berupa program remedial bagi peserta didik dengan pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan. Hasil penilaian juga digunakan sebagai umpan balik bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.


PENDEKATAN PENILAIAN 
Penilaian konvensional cenderung dilakukan hanya untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Dalam konteks ini, penilaian diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran.
Dalam perkembangannya penilaian tidak hanya mengukur hasil belajar, namun yang lebih penting adalah bagaimana penilaian mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penilaian perlu dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).
Penilaian atas pembelajaran dilakukan untuk mengukur capaian peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian untuk pembelajaran memungkinkan guru menggunakan informasi kondisi peserta didik untuk memperbaiki pembelajaran, sedangkan penilaian sebagai pembelajaran memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar.
Pada penilaian konvensional, assessment of learning paling dominan dibandingkan assessment for learning dan assesment as learning. Penilaian dalam Kurikulum 2013 diharapkan sebaliknya, yaitu lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning.
Assessment of learning merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar setelah peserta didik selesai mengikuti proses pembelajaran. Berbagai bentuk penilaian sumatif seperti ulangan akhir semester, ujian sekolah, dan ujian nasional merupakan contoh assessment of learning.Assessment for learning dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran.
Dengan assessment for learning guru dapat memberikan umpan balik terhadap proses belajar peserta didik, memantau kemajuan, dan menentukan kemajuan belajarnya. Assessment for learning merupakan penilaian proses yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan kinerjanya dalam memfasilitasi peserta didik.
Berbagai bentuk penilaian formatif, misalnya tugas-tugas di kelas, presentasi, dan kuis, merupakan contoh-contoh assessment for learning. Assessment as learning mirip dengan assessment for learning, karena juga dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Bedanya, assessment as learning melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menilai dirinya sendiri atau memberikan penilaian terhadap temannya secara jujur. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman (peer assessment) merupakan contoh assessment as learning.
Dalam assessment as learning peserta didik juga dapat dilibatkan dalam merumuskan prosedur penilaian, kriteria, maupun rubrik/pedoman penilaian sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

Prinsip Penilaian 
Dalam melakukan penilaian hasil belajar agar hasilnya dapat diterima oleh semua pihak, baik yang dinilai, yang menilai, maupun pihak lain yang akan menggunakan hasil penilaian, maka kegiatan penilaian harus merujuk kepada prinsip-prinsip penilaian. 
Berikut prinsip-prinsip penilaian hasil belajar peserta didik.
1. Sahih 
Agar penilaian sahih (valid, yaitu mengukur apa yang ingin diukur) harus dilakukan berdasar pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Untuk memperoleh data yang dapat mencerminkan kemampuan yang diukur harus digunakan instrumen yang sahih.
2. Objektif 
Penilaian tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Karena itu perlu dirumuskan pedoman penilaian (rubrik) sehingga dapat menyamakan persepsi penilai dan meminimalisir subjektivitas. Apalagi penilaian kinerja yang memiliki cakupan, autentisitas, dan kriteria penilaian sangat kompleks. Untuk penilai lebih dari satu perlu dilihat reliabilitas atau konsistensi antar penilai (inter-rater reliability) untuk menjamin objektivitas setiap penilai.
3. Adil 
Penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, gender, dan halhal lain. Perbedaan hasil penilaian sematamata harus disebabkan oleh berbedanya capaian belajar peserta didik pada kompetensi yang dinilai.
4. Terpadu 
Penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Penilaian merupakan proses untuk mengetahui apakah suatu kompetensi telah tercapai. Kompetensi tersebut dicapai melalui serangkaian aktivitas pembelajaran. Karena itu penilaian tidak boleh terlepas apalagi menyimpang dari pembelajaran. Penilaian harus mengacu pada proses pembelajaran yang dilakukan.
5. Terbuka 
Prosedur penilaian dan kriteria penilaian harus terbuka, jelas, dan dapat diketahui oleh siapapun yang berkepentingan. Dalam era keterbukaan seperti sekarang, pihak yang dinilai yaitu peserta didik dan pengguna hasil penilaian berhak mengetahui proses dan acuan yang digunakan dalam penilaian, sehingga hasil penilaian dapat diterima oleh semua pihak. 
6. Menyeluruh dan Berkesinambungan 
Penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Instrumen penilaian yang digunakan, secara konstruk harus merepresentasikan aspek yang dinilai secara utuh. Penilaian dilakukan dengan berbagai teknik dan instrumen, diselenggarakan sepanjang proses pembelajaran, dan menggunakan pendekatan assessment as learning, for learning, dan of learning secara proporsional.
7. Sistematis 
Penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. Penilaian sebaiknya diawali dengan perencanaan/pemetaan, mengenai apa yang akan diukur, instrumen yang akan digunakan serta kualitas instrumen (sukar, sedang, mudah), dan harus bermakna (meaningful learning). Dilakukan identifikasi dan analisis KD (kompetensi dasar), dan indikator ketercapaian KD. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis tersebut dipetakan teknik penilaian, bentuk instrumen, dan waktu penilaian yang sesuai.
8. Beracuan 
Kriteria Penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi menggunakan acuan kriteria. Artinya untuk menyatakan seorang peserta didik telah kompeten atau belum bukan dibandingkan terhadap capaian temanteman atau kelompoknya, melainkan dibandingkan terhadap kriteria minimal yang ditetapkan. Peserta didik yang sudah mencapai kriteria minimal disebut tuntas, dapat melanjutkan pembelajaran untuk mencapai kompetensi berikutnya, sedangkan peserta didik yang belum mencapai kriteria minimal wajib menempuh remedial.
9. Akuntabel 
Penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. Akuntabilitas penilaian dapat dipenuhi bila penilaian dilakukan secara sahih, objektif, adil, dan terbuka, sebagaimana telah diuraikan di atas. Perlu dipikirkan juga konsep meaningful assessment. Selain dipertanggungjawabkan teknik, prosedur, dan hasilnya, penilaian juga harus dipertanggungjawabkan kebermaknaannya bagi peserta didik dan proses belajarnya. 


Disadur dari Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan SMA. Oleh Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2017 

Download: